kepikiran Agustus 10, 2011
Posted by triyonoraharjo in Tak terkategori.add a comment
setiap mengikuti shalat isya dan tarawi berjamaah, aku sering membayangkan para jamaah yang sudah berusia lanjut, apa yang ada di benak mereka, maksudku di usia-usia senja seperti mereka yang barangkali tidak lama lagi menjalani hidup di dunia, apa yang ada di dalam benaknya? takutkah menghadapi kematian?seperti apa rasanya ya?mungkinkah seperti orang yang sudah divonis hukuman mati dan menunggu eksekusi?can’t imagine
judulnya apa? Agustus 2, 2011
Posted by triyonoraharjo in Tak terkategori.add a comment
puasa menurutku agar kita mengerti memahami dan merasakan bagaimana orang-orang yang tidak seberuntung kita menjalani hidup. derita, lapar haus, tak berdaya dan entah kata-kata apa lagi yang dapat menggambarkan kesusahan mereka
puasa bukan ibadah untuk diri sendiri, tetapi seberapa jauh kita bisa berbuat yang terbaik untuk membantu saudara-saudara kita yang kesulitan di luar sana. tuhan tidak butuh pengorbanan lapar dan haus kita, kalau tidak berarti apa-apa ataupun hanya mengejar kejayaan untuk diri sendiri saja
rasa-rasanya harga surga terlalu mahal, bila tuhan hanya disuap dengan pengorbanan manusia untuk tidak makan ataupun minum
puasaku belum berarti apa-apa, bahkan mungkin belum ada nilainya dihadapan yang maha kuasa
rewrite Juli 30, 2011
Posted by triyonoraharjo in diariku.add a comment
hmm, hampir setahun tidak kubuka halaman ini, lupa atau sengaja dilupakan, mungkin kedua-duanya, yang kuingat dahulu aku begitu bersemangat membuka account wordpress ini, untuk kemudian aku mengendur, hingga akhirnya tak pernah menulis lagi
begitulah aku, tak banyak berubah dari dulu, kalau lagi semangat ya menggebu gebu, kalau lagi turun moodnya ya gampang melupakan apa saja
kubaca baca berkas tulisanku yang dulu, sedikit sekali untuk ukuran blogger, setahun cuma menulis lima yang sebagian besar juga saduran dari buku, harusnya aku malu, dengan tema yang begitu religi mungkin dulu aku ingin mendapatkan kesan seorang yang agamis, padahal sesungguhnya aku tak sebaik itu
apa pun itu, yang sudah terjadi biarlah terjadi, kupindahkan tulisan tulisan itu ke kotak recycle bin ku, sekarang aku hanya ingin menulis apa yang ingin kutulis, yang terlintas dalam pikiranku maupun di depan mataku, sederhana dan tak ingin mengharapkan apa apa dari yang mau membaca
kutulis kembali halaman ini
kutipan Juli 29, 2011
Posted by triyonoraharjo in Tak terkategori.add a comment
Lady Gaga taught me its ok to be different.
Ke$ha taught me to be myself and not care what anyone else thinks
Bruno Mars taught me to do anything for that one person I love.
Eminem taught me that life is hard but you can make it through.
Taylor Swift taught me not every guy is going to treat her right.
Justin Bieber taught me to always love the people around me.
Music taught me how to live.
(like this quotes)
anak kost April 24, 2010
Posted by triyonoraharjo in diariku.1 comment so far
ya nasib … ya nasib … nasib anak kost
habis gajian sudah diminta uang sewaan
makan tiap hari tapi tetap aja kurang gizi
mati gaya
duduk sana duduk sini
mau jalan ga ada yang nganterin
(mau tidur ga ada yang nemenin .. loh)
sahabatnya si abang jual mi rebus, warteg sama wartel
jemputannya angkot sama metromini
sendiri, toleh kanan toleh kiri
ya tetap saja begini begini
—
(aku bangga denganmu tri)
yang baru dan yang kaku Desember 29, 2009
Posted by triyonoraharjo in diariku.2 comments
ada perasaan belum terbiasa dalam dua hari ini terakhir ini, bukan perasaan yang pelik sih sebenarnya, hanya perasaan kaku saja, handphone ku baru
huhuhu, sebenarnya malu juga menulis di sini, habis harganya cuma 300ribu
tidak bermaksud ujub lho ya … hanya ingin berbagi cerita saja, kata teman-temanku mestinya kalau ganti handphone gantilah dengan yang levelnya lebih tinggi dari yang lama nah ini malah kemunduran zaman
tidak apa-apalah hampir dua tahun ini aku sudah merasakan memiliki handphone dengan teknologi yag mumpuni (walaupun belum secanggih blekberi atau iphone), setidaknya pernah merasa bangga juga kala belum banyak orang yang menyentuh teknologi hsdpa (3.5 g) dan gps, aku sudah menggunakannya. sekarang benda itu sudah beralih kepemilikan ke adikku ( tradisi turun temurun
) hanya saja aku memutuskan untuk tidak memiliki barang baru dengan teknologi terkini, yang penting bisa untuk menelpon dan sms saja.
perasaan aneh karena mulai sekarang aku harus membiasakan tidak menggunakan fasilitas hsdpa ku untuk sekedar browsing atau chatting lagi, jadi mati gaya niy
mau tidak mau aku harus membiasakan diri, aku tidak ingin terus terjebak dalam situasi ketagihan teknologi, bang igor saykoji saja pernah bilang “mengapa ku kecanduan ohh why-why?, kadang merasa lemah tak berdaya, ingin kuberubah ….”.
selalu update teknologi itu bagus sebenarnya, hanya saja untuk orang seperti aku yang tahunya cuma sekedar googling, buka wiki, facebook sama chatting apa iya aku butuh teknologi itu, cukuplah semuanya aku penuhi kalau sedang online di kantor aja hahaha, gratis dan sangat cepat
semuanya jadi kembali seperti masa 5 tahun yang lalu, saat aku pertama kali memiliki sebuah handphone, kondisinya sama hanya bisa untuk telepon dan sms saja, hanya saja dahulu aku benar-benar menguras isi tabunganku untuk membelinya sekarang alhamdulillah masih punya rezeki lebih untuk membelinya, handphone yang hitam sehitam diriku
suatu pagi di yogyakarta Desember 26, 2009
Posted by triyonoraharjo in diariku.1 comment so far
sudah tiga kali dalam sebulan ini aku pulang ke kampungku di jogja, perjalanan yang tidaklah murah, tetapi aku tidak pernah merasa rugi karenanya, bagiku biaya yang harus kukeluarkan untuk itu belum sebanding dengan kebahagiaan yang diperoleh, bertemu bapak ibu dan adik-adik sampai melewati tempat-tempat yang pernah bersejarah dalam hidup aku.
pagi ini kubuka daun jendela kamarku, hari masih gelap, tak terlihat dan terdengar keramaian yang biasa aku dengar pada saat yang sama di tempat yang berbeda di jakarta, damai sekali, ingin rasanya liburan terus seperti ini, tetapi gaji tetap dibayar rutin setiap bulannya,hahaha ngimpi
selepas sholat shubuh dan bantu-bantu ibu, kuajak beliau pergi berziarah ke pusara almarhumah nenekku yang berjarak kira-kira 13 km dari rumah bapak ibu, jalanan masih belum begitu ramai, kulihat banyak orang bersepeda membawa banyak bawaan (kronjot kalau orang jawa bilang) sepertinya mereka mau pergi berdagang ke pasar, maklum di kotagede hari ini hari sedang pasaran, jadi ramai sekali, wajah-wajah mereka tampak ceria dan optimis padahal berapa sih keuntungan bersih yang biasa didapat dari berjualan tersebut, begitulah sisi positif orang-orang di desa, mereka tidak pernah ngoyo dan neko-neko dalam hidupnya, bagi mereka bisa makan sehari-hari saja sudah cukup tidak peduli seberapa keras mereka harus bekerja, sebuah semangat yang harusnya aku tiru, yang karena pertolongan allah memperoleh rizki yang sedikit lebih baik dari mereka, duduk nyaman di kantor dibuai semburan udara ac yang sejuk, hmm, mestinya aku malu pada diriku sendiri.
tanah pusara nenek masih basah, sepertinya kemarin baru ada yang berziarah, saat kubacakan doa untuk beliau teringat olehku kali terakhir aku bertemu semasa beliau masih hidup lebaran yang lalu, bagaimana aku terharu mendengar doa beliau (aku cuma bisa bergumam dalam hati, semoga aku bisa segera menikah, amiin), begitulah nenekku yang selalu mendoakan cucu-cucunya. teringat juga bagaimana dulu waktu aku membantu membereskan puing-puing rumah nenekku yang rusak parah terkena gempa, saat itu aku sedang menganggur dan menjalani test di tempat kerjaku sekarang, “mugo-mugo ndang oleh gawean yo le (semoga cepat dapat pekerjaan ya nak)” begitu doa nenekku waktu itu, aku selalu percaya kekuatan doa, dan alhamdulillah beberapa bulan setelahnya aku berhasil diterima bekerja setelah melalui hampir satu tahun proses seleksi yang melelahkan. memang tidak banyak waktu yang kujalani bersama beliau, terlebih dahulu dari kecil sampai kelas dua sma aku tinggal jauh mengikuti orang tuaku merantau di luar jawa, praktis hanya satu tahun aku benar-benar tinggal serumah dengan nenek waktu kami kembali ke jogja dan belum memiliki tempat tinggal yang baru, aku menemukan sosok yang benar-benar sama seperti ibu dalam diri nenekku, beliau pekerja keras, bahkan di usia senjanya beliau masih rajin menjaga satu-satunya warung tempat keluarga nenek mencari nafkah waktu itu, pagi-pagi beliau sudah menggoreng tempe dan tahu untuk dijual di warung, aku tertawa mengingatnya, dulu setiap sarapan pagi aku selalu makan nasi putih dengan gorengan tempe itu, nyaris tidak pernah dengan yang lain, aku sayang sama nenek
selepas berziarah kuajak ibuku berkeliling desa, maklumlah tidak setiap hari aku bisa datang kesini, terlebih sejak keluargaku pindah menetap di kotagede 8 tahun yang lalu, jalanannya masih sama seperti dulu, hanya sebagian jalan saja yang sudah diaspal mulus dan semakin banyak rumah yang dibangun, aku senang melihat perubahan ini, tambah ramai rasanya, dulu waktu masih tinggal di rumah nenek, hampir setiap sore selepas pulang sekolah aku berkeling desa dengan sepeda, nyaman sekali walaupun capek juga sih mengayuh sepedanya, ya maklum dulu di rumah nenek hanya punya satu kendaraan bermotor dan itupun digunakan sepupuku sehari-harinya, disamping karena aku belum bisa mengendarai motor tentunya (hehehe jangan diketawain ya aku baru bisa naik motor saat aku berusia 21 tahun dan kuliah semester 5). sungguh kenangan yang sangat indah untuk dikenang.
jogjakarta, kota yang begitu bermakna untukku, aku memang tidak terlahir di kota ini namun sepertinya sebagian hatiku sudah kuberikan untuknya, kota yang menjadi saksi aku bertumbuh dewasa dengan segala suka dukanya, kota tempat pertama kali aku jatuh cinta dan semua kenangan semua kisah cintaku, merasakan arti persahabatan yang sesungguhnya dan makna dari sebuah kesederhanaandan kebersahajaan. kurindukan setiap pagi aku bisa ada di kota ini
halaman pembuka Desember 10, 2009
Posted by triyonoraharjo in beranda.2 comments
namaku triyono
sedang menikmati kesendirian di depan layar komputer tuaku
ditemani segelas air putih dan suara lagu-lagu kesayanganku
berusaha tegar dan sabar :)
aku triyono, beberapa hari yang lalu (4 desember) tepat tiga tahun aku menjalani keseharian di kota ini, ibu kota negara indonesia yang dulu menjadi cita-citaku selepas menamatkan sekolah. aku bersyukur dan patut berbangga karenanya, dengan segala suka duka, tertatih, terjatuh, tersenyum, tertawa, menangis, terdiam, aku mendapatkan semuanya
saat ini kesibukanku sehari-hari adalah bekerja, berangkat pukul 5.30 pagi dan pulang selepas maghrib, berjalan dari pintu kos, melewati gedung-gedung tinggi di jalan sudirman, dan berujung di jalan mh thamrin no.2. sebuah kompleks perkantoran yang luar biasa, mungkin dahulu kantor ini menjadi cita-cita banyak orang di indonesia namun sekarang kantor kami sedang menjalani banyak cobaan, tidak saja di jakarta bahkan di kantor cabang dan perwakilan di luar negeri, aku tidak tahu siapa yang benar dan siapa yang salah, banyak orang mencela tapi kadang kupikir semua ini hanyalah karena kepentingan belaka, kepentingan untuk berkuasa dan menjatuhkan yang lain, aku tidak tahu
selepas kerja aku tetap tidak bisa jauh-jauh dari komputerku, duduk-duduk di kamarku yang sempit begitu saja sampai rasa kantuk itu tiba, seringkali pekerjaan kantor pun kubawa pulang menginap, sampai pagi, hingga tidurku satu sampai dua jam saja, ya mau bagaimana lagi, risiko pekerjaan kata teman-temanku, tapi aku senang menjalaninya, semoga semua ini membuatku banyak belajar
aku adalah laki-laki yang sulit dimengerti, seringkali menjalani keseharian dengan riang gembira, sesekali pula aku terdiam menyimpan perasaan sedihku sendiri, aku terus berusaha memperbaiki hidupku, bersemangat, bersorak, meskipun aku tahu semuanya tidak akan berjalan dengan mudahnya
secara fisik aku hanyalah laki-laki biasa saja, tidak terlalu cakap dan aku yakin tidaklah terlalu buruk di mata orang lain, makanku banyak, tidak pernah memilih apapun yang bisa masuk ketubuhku (kecuali yang haram tentunya), aku suka berpetualang mendatangi tempat-tempat baru, bercanda dengan teman-teman, hmmmm
aku laki-laki biasa yang berharap menjalani hidup bahagia dengan sederhana, karena aku percaya sederhana itu indah
selamat datang semua di blogku yang sederhana, tempat di mana aku mencoba menulis apa yang bisa aku rasa, ahlan wa sahlan :)